Trendy dengan Batik sebagai Ikon Indonesia di kancah Internasional

Batik trendy ? memang ada ? yups jawabannya pasti ada, telah ada, dan bahkan akan ada yang lebih menarik dari sebuah warisan dunia yang tak ternilai ini.

Selama ini kita sebagai warga negara memakai batik hanya pada kesempatan tertentu, semisal pernikahan, hari – hari besar kenegaraan, atau hanya pada hari batik saja. Pemerintah daerah pun telah mengeluarkan peraturan mengenai pemakaian batik di hari kamis setiap minggunya agar batik tidak terlupakan dan hilang digerus waktu. Bukan hanya pemerintah saja beberapa perusahan dan usaha kecil menengah menerapkan hal serupa yaitu penggunaan batik di hari-hari tertentu dalam tiap minggunya. Berkaitan dengan hal di atas sekarang kita akan menyinggung soal mengapa orang – orang malas menggunakan batik untuk kesehariannya, khususnya WNI karena batik merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang takkan hilang dari peradaban kecuali tidak dilestarikan.

Mereka berdalih bahwa batik terlalu formal, memiliki aura serius, dan lain sebagainya, ya memang betul apa yang mereka katakan tapi semua itu tergantung bagaimana kita menyikapi setiap batik yang kita gunakan. Batik yang bagaimana yang memiliki nilai formal, serius dan berfilosofi, jika hanya batik cap atau batik printing itu hanya sebuah inovasi dari para pembuat batik agar selalu teringat bahwa batik masih menjadi andalan fashion di Indonesia. Batik tidak selalu memiliki aura yang tadi kita sebutkan dengan adanya inovasi dan kreativitas para pengrajin batik, kini batik menjadi pilihan 3 besar para pecinta fashion dari atas kepala sampai ujung kaki mereka memadukan busana mereka dengan macam-macam batik. Itulah yang jadi masalah masyarakat jaman sekarang, kurangnya pengetahuan bahwa batik bisa diubah dalam artian menjadi lebih menarik lebih bergaya dan tentunya tidak mengurangi bahwa batik sarat akan nilai. Tahun ini di sebut dengan tahun millenial karena dimana mana telah tersedia teknologi, batik sudah dipermudah untuk pengenalannya ke berbagai lini masa. Tidak perlu takut ketika memakai batik dipandang sebagai orang yang kolot, karena jaman sekarang batik menjadi pilihan untuk mengkombinasikan busana yang digunakan sehari-hari. Tidak ada salahnya kita membangun generasi “Trendy dengan Batik’. Dunia Internasional pun telah mengakui bahwa batik warisan dunia dari Indonesia, yang berarti batik merupakan “Ikon Resmi Indonesia” di kancah Dunia. Apakah kita tidak bangga dengan pengakuan bahwa itu hanya ada di Indonesia ? ya pastinya selalu bangga, apalagi ketika kita melintasi negara orang dan kita memakai batik mereka langsung mengenali bahwa kita dari Indonesia.

KITA INDONESIA BERJIWA BATIK, KITA BERJIWA BATIK UNTUK INDONESIA

Seperti yang fimela.com sampaikan, Sebanyak 22 desainer papan atas Indonesia memamerkan karya batik mereka di panggung “Kembang Kirana” pekan lalu. Didi Budiardjo tampil sebagai pembuka, dan ditutup oleh karya gemilang Adrian Gan. Ke-20 desainer lain, lewat 5 sequence, bergantian menampilkan koleksi batik teranyar mereka ke hadapan para tamu yang hadir di FimelaFest Batik Fashion Week 2015.

“Kembang Baharu” (Baharu diambil dari kata bahasa Jawa Kuno)  yang dalam bahasa Indonesia-nya berarti modern, adalah tema yang diambil untuk sequence pertama di dalam fashion show “Kembang Kirana”. Jeffry Tan tampil pertama kali. Didukung oleh Galeri Batik Jawa, desainer muda satu ini menggunakan kain batik Indigo untuk berkreasi. Warna biru dan putih menjadi dua warna dominan. Oleh Jeffry Tan, read more

Iklan

Trendy with Old Style

 Dewasa ini kita tahu bahwa kebanyakan masyarakat indonesia sudah banyak terpengaruh oleh budaya luar seperti eropa, asia, amerika. Dalam hal berbusana tak luput juga yang menjadi perhatian khusus yaitu kiblat busana para generasi muda mengarah ke negara Korea. Kita tahu Korea memiliki trend fashion yang selalu up to date setiap tahun, bahkan setiap bulannya mereka selalu mempromosikan trend fashionnya melalui karya seni seperti Korean Drama dan Girl/Boybandnya. Maka tak salah jika para generasi muda yang menyukai kedua hal tadi meniru gaya fashion negara ginseng itu. Sayangnya tidak semua penikmat fashion stlye dapat mengikuti arus perkembangan fashion tersebut, banyak dari mereka yang belum mampu membeli atau memproduksi style fashion yang dibutuhkan masyarakat. Terkadang masyarakat awam pun yang ingin terlihat trendy memaksakan keadaan dengan membeli satu atau dua potong pakaian agar menyerupai apa yang mereka lihat di tayangan dari negara ginseng tadi. Masalah ini menimbulkan dilema bagi para orang tua yang keadaan ekonominya kurang mampu atau bahkan yang lebih parah para remaja di bawah umur sudah bekerja demi mendapatkan uang tambahan untuk membeli pakaian yang sama dengan idolanya. Disini kami menyediakan tips agar kamu, kalian, mereka yang ingin terlihat trendy seperti idolamu tapi minim budget sakumu. Kami mengoptimalkan pakaian yang ada dilemarimu dengan mengusung tema “Trendy With Old Style” kamu akan terlihat lebih menarik ketika menggunakan pakaian lamamu.

Check This Tips

 

 

Batik Zaman Now Goes To The Moon

Batik ? ya siapa yang tidak mengenalnya, salah satu ciri khas dari Indonesia ini sudah terkenal sampai ke seluruh penjuru dunia. Batik tidak hanya sekedar seni di atas sebuah kain, melainkan mengandung makna simbolik yang melambangkan ciri khas setiap daerah/suku yang ada di Indonesia.

Bangsa Indonesia sendiri adalah bangsa yang besar dan terdiri dari berbagai ras dan suku. Dari keberagaman itu muncullah beragam adat istiadat, budaya, dan kultur lainnya. Salah satu unsur budaya itu adalah Batik. Batik secara historis berasal dari suku Jawa. Walaupun hampir di setiap daerah di Indonesia memiliki industri batik, tapi tidak sebesar di Pulau Jawa. Batik yang dibuat memiliki motif dan warna sesuai ciri khas daerah masing-masing. Itulah yang menjadi pembeda dari setiap Batik yang diciptakan di berbagai daerah di Indonesia.

Batik merupakan salah satu bukti bahwa masyarakat Indonesia sudah kreatif sejak dahulu. Masyarakat Indonesia mampu melakukan selective borrowing dari berbagai teknik dan pola batik dalam meramunya menjadi sesuatu yang indah dan unik dari negeri ini.

Pada mulanya, orang-orang yang biasa membuat atau melakukan aktivitas membatik dengan berbagai macam motif adalah masyarakat keraton. Namun, seiring berjalannya waktu, batik mulai keluar dari lingkungan kerajaan. Awal abad 19, batik sudah banyak digunakan oleh rakyat kebanyakan, terutama orang-orang berkepentingan seperti pejabat daerah atau tamu asing yang berstrata tinggi.

Sejak saat itu, batik mulai menjadi tren diranah industri, terutama industri rumah tangga. Banyak masyarakat kalangan menengah ke atas mulai membuka industri rumahan bertemakan batik. Mulai dari kain batik sampai busana pesta bermotif batik nusantara yang siap pakai. Motif dan variasi yang diproduksipun disesuaikan dengan adat istiadat dan budaya daerah pengrajinnya. Karena itu dapat mendorong lahirnya berbagai variasi batik dengan ciri khas masing-masing. Sehingga dalam perkembangan produksinya batik menjadi kebutuhan sandang yang banyak dikonsumsi oleh seluruh masyarakat di negeri ini. Dari semua itu jadilah batik sebagai ikon Bangsa Indonesia yang harus dipelihara dan dilestarikan.

Demi menjaga budaya batik di Indonesia Yogyakarta sebagai salah satu kota batik yang memiliki kekhasannya mengadakan event batik untuk memperkenalkan bahwa batik tidak melulu soal sejarah atau batik tidak hanya berkaitan dengan orang tua (kolot) disini Yogyakarta sebagai tuan rumah mengadakan event Jogja Kota Batik Dunia yaitu “Batik To The Moon“.

Event yang diselenggarakan mulai dari tanggal 25-29 Oktober 2017 bertempat di Jogja Expo Centre. Menampilkan parade batik jogja, fashion show, pameran yang bertemakan batik. Semua yang terlibat di acara tersebut memiliki unsur batik dalam setiap elemen yang ditampilkannya, mau itu pakaian, aksesoris, bahkan sampai backgroud setiap pameran yang ada.

Tidak salah lagi batik kini sudah mendunia, memang sudah lama batik ini menjadi primadona Indonesia dalam kancah Fashion Internasional. Bukan hanya motif dan warna ataupun filosofi yang terikat didalamnya, hari ini batik harus sudah berevolusi menjadi busana yang lebih mudah dipakai oleh semua kalangan agar batik menjadi lebih diterima di negeri asalnya sendiri sebelum menjadi warisan dunia. Maka dari itu kita sebagai generasi pembaharu memiliki kewajiban untuk memelihara warisan batik dan dikembangkan menjadi lebih baik dengan segala kemudahan yang telah ada.

LET’S CHECK THIS OUT BATIK FASHION SHOW YOGYAKARTA